ESPIRITO SANTO – Ledakan kejahatan mulai dari penjarahan, pemerkosaan dan pembunuhan terjadi di Brasil setelah polisi militer di 30 kota melakukan mogok. Tanpa adanya otoritas keamanan, geng bersenjata menguasai jalan. Mereka mencetuskan berbagai kerusuhan di kota, merampok, menjarah, membunuh dan memerkosa tanpa dapat dihentikan.
Di Kota Espirito Santo, para berandalan berkeliaran di kota membawa pistol dan golok. Mereka merampok dari pusat-pusat perbelanjaan, membakar bus dan meninggalkan mayat-mayat korban di jalan.
Situasi ini menyebabkan sekolah-sekolah ditutup, pertandingan sepak bola dibatalkan dan warga kota memilih tetap berlindung di dalam rumah. Ketakutan yang dialami warga kota di sebelah selatan Brasil itu dapat dilihat melalui informasi yang mereka posting melalui Twitter.
“Polisi militer mogok dan para berandalan menembaki orang siapa pun yang melintas di jalanan di Espirito Santo. Ya Tuhan apa yang terjadi,” kata salah seorang warga sebagaimana dilansir dari Political Outsource, Selasa (7/2/2017).
Warga lainnya mengatakan, “Saya tidak akan meninggalkan rumah saya hari ini, situasi benar-benar gila. Ada orang-orang berlarian membawa senjata api di daerah padat penduduk, puluhan orang menjarah mal, bahkan mayat di jalanan,” ujarnya.