CILEGON - Profesi polisi tidak membuat pria kelahiran Pekalongan, 30 November 1992 ini memendam potensinya. Adam Gana namanya, anggota Polri yang dinas di Polres Cilegon sebagai Kanit Reskrim ini punya kelebihan lain.
Polisi berpangkat Inspektur Polisi Dua (Ipda) yang terbilang ganteng ini juga jago menyanyi dan freestyle motor. Menariknya, dua kelebihan itu didapatnya secara autodidak alias belajar sendiri lho!.
“Kalau nyanyi bakat dari kecil. Waktu SD enggak sengaja sering diajak naik mobil sambil mendengarkan musik, jadi terbiasa nyanyi,” ujar Ipda Adam, dikutip dari laman JPNN, Kamis (2/3/2017).
Kebiasaan menyanyi tersebut lanjutnya, terbawa hingga sekarang. Bahkan saat konser Judika di Cilegon tahun lalu, sulung dari dua bersaudara yang masih betah menjomblo ini sempat dipaksa naik panggung dan berduet dengan Judika untuk melantunkan lagu "Mama Papa Larang".
“Saat itu lagi pengamanan. Tiba-tiba banyak yang nyuruh saya nyanyi, akhirnya panitia minta saya naik panggung,” lanjutnya.
Ada perasaan grogi. Bahkan Ipda Adam sampai lupa lirik lagunya. “Tapi itu menjadi pengalaman yang paling berkesan dan tak terlupakan,” katanya.
Dunia tarik suara baginya adalah sarana paling ampuh untuk menghilangkan kejenuhan. “Saya kan pekerja, kalau lagi jenuh untuk menenangkan hati salah satunya dengan menyanyi,” ujarnya.
Kendati hanya dijadikan sebagai hobi, namun Adam Gana tidak menampik jika ada produser yang menawarinya rekaman. “Tentu saja tidak mempengaruhi karier saya di polisi. Jadi harapannya tetap satu, karier polisi lancar,” jawabnya.
Sementara itu kegemarannya melakukan atraksi di atas motor atau freestyle motor digeluti lulusan Akpol tahun 2015 ini sejak kelas satu SMP. “Waktu itu dikasih motor orangtua, walaupun tidak sesuai dengan yang saya inginkan,” terangnya.
Di freestyle motor, Adam belajar dari video-video di medsos. “Belajar sendiri dengan modal keberanian,” paparnya.
Sama di jalur tarik suara, di freestyle dia juga punya pengalaman paling berkesan. Atas prestasinya mengendarai sepeda motor dengan satu roda sejauh 20,6 km, kakak kandung Bela Gina Tresnani ini diganjar penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).