Meski demikian, ia mengakui beberapa bagian dari pedang itu yang dilapisi sepuhan emas. Rencananya, pedang itu akan disimpan di museum Polri setelah dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Seperti biasa, sesuai protap kita jika ada plakat, topi, cindera mata seperti itu, nanti akan didisplay kalau tidak di museum Polri, ya di ruang penerimaan tamu di Mabes Polri. Nanti pedang ini juga akan dilaporkan ke KPK, hari ini atau besok," tandasnya.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Rikwanto menambahkan, pemberian dari Kerajaan Arab Saudi tersebut merupakan cenderamata yang akan menjadi milik institusi Polri.
(Baca juga: Dapat Pedang Emas dari Kerajaan Arab, Polri Lapor ke KPK).
"Berkaitan dengan adanya pemberian cenderamata dari kerajaan Arab Saudi, dalam hal ini duta besar kepada pak Kapolri memang ada dan itu merupakan cenderamata yang nantinya akan menjadi milik institusi Polri, dan akan ditempatkan di Museum Polri," kata Rikwanto di kantornya, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan.