KISAH: Didera Kelaparan Parah, Lima Juta Warga Rusia Tewas di Awal Abad 20

Rahman Asmardika, Jurnalis
Kamis 23 Maret 2017 08:01 WIB
Bencana kelaparan di Rusia pada 1922-1923 menyebabkan sekira lima juta rakyat meninggal dunia. (Foto: Vintage News)
Share :

Para petani menerima kompensasi yang sangat kecil, bahkan sama sekali tidak mendapat ganti rugi dari tindakan pemerintah Rusia itu. Karena itulah mereka mulai mengurangi produksi tanam dan menjual sebagian hasilnya ke pasar gelap.

Mengetahui hal ini, Pemerintah Rusia justru bereaksi dengan merampas tanah dan menyita makanan dari para produsennya. Dampaknya, produksi pertanian tambah hancur. Kekeringan yang melanda dari 1918 sampai 1920 juga berperan dalam menyebabkan kegagalan panen.

Banyak penduduk yang pergi meninggalkan desanya menuju ke kota untuk mencari makanan. Di pedesaan bahan makanan sangat langka. Orang-orang menggali tulang-tulang binatang yang sudah lama dan memanggang dan kemudian memakannya. Tindakan itu menyebabkan banyak penduduk meninggal dunia. Rakyat yang kelaparan juga mulai menggali kuburan orang yang baru meninggal untuk memakan daging mereka.

Banyak contoh-contoh tindak kanibalisme dan konsumsi mayat di masa kelam itu. Bahkan ada pasar gelap yang memperjualbelikan daging manusia.

Situasi ini memaksa Pemerintah Rusia meminta bantuan dari dunia internasional. Bantuan tersebut datang dari American Relief Administration (ARA) yang menyalurkan bantuan kepada rakyat Rusia. Dengan bantuan bahan pangan dan obat-obatan, ARA membantu setidaknya 10 juta penduduk Rusia. Kelompok lain yang juga mengulurkan tangannya adalah anggota The American Friends Service Committee dan International Save Children Union.

Saat bencana kelaparan itu berakhir pada 1923, sekira lima juta orang telah tewas. Beberapa meyakini jumlahnya mencapai angka 10 juta meski jumlah pastinya tidak diketahui. Setelah bencana ini, Pemerintah Rusia mendirikan kebijakan baru ekonomi yang bertujuan untuk memperbaiki keadaan di dalam negeri.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya