Berita di Balik Penganiayaan Wartawan iNews TV di Medan

Erie Prasetyo, Jurnalis
Sabtu 01 April 2017 05:56 WIB
Ilustrasi
Share :

MEDAN - Sejak beberapa tahun belakangan ini, kawasan Jalan Tol Haji Anif, Kecamatan Percut Sei Tuan hingga Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang banyak terjadi konflik lahan HGU PTN antara sesama penggarap.

Bahkan, tak sedikit para penggarap dan warga yang menjadi korban peperangan perebutan lahan tersebut.

Lebih parahnya, sekira 2 tahun lalu, salah satu kelompok (Badan Perjuangan Rakyat Penunggu Indonesia) sempat bentrok dengan kelompok mafia tanah hingga jatuh korban. Bukan itu saja, pemakaman umum di Jalan Haji Anif, kawasan Kampung Agas, Deli Serdang, tak luput dari perebutan.

Para mafia tanah tak peduli bahwa di lahan tersebut sudah berdiri beberapa patok kuburan warga yang telah lama meninggal. Dengan alat berat (eskavator) para mafia tanah menggusur makam tersebut dan memindahkan tulang belulang makam ke tempat lain.

"Ini ulah mafia tanah. Di sini banyak mafia tanah, mereka dibekingi oknum penegak hukum. Mafia tanah bekerja sama dengan pengembang untuk mengambilnya. Padahal, di tanah yang diserobot itu terdapat beberapa makam warga tapi sudah dibongkar. Bahkan, tulang belulangnya masih ada yang tertinggal saat mereka memindahkannya," kata Ketua BPRPI Kampung Agas, Sahrum Lubis (76) kepada wartawan, Jumat 31 Maret 2017.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya