"Bak gayung bersambut", beberapa waktu lalu dua kapal buruan angkatan laut yaitu Kapal Tanker MT Brama Ocean berbendera Malabo 314 GT dan Kapal MT Orca berbendera Fiji 127 GT yang dilarikan dari tahanan APMM Agency Penguatkuasaan Maritim Malaysia dari Tanjung Penyusop Kota Tinggi Malaysia.
Ternyata kedua kapal tersebut kabur ke Perairan Indonesia namun berhasil ditangkap oleh pihak TNI AL dari Tim WFQR Lantamal IV.
"Ini menjadikan kerjasama yang baik dan semakin erat. Kita juga melakukan kerjasama lain seperti pemberantasan peredaraan narkoba, people smugling, karena kegiatan ilegal seperti ini paling banyak menggunakan jalur laut namun perlu dijajaki terlebih dahulu adanya MoU (kesepakatan) kerjasama antara APMM dan WFQR IV ataupun ke jenjang yang lebih tinggi melalui G to G antara beberapa negara kawasan," ucap mantan Komandan Lantamal IV Tanjungpinang ini.
Sementara pemimpin delegasi Malaysia Laksamana Pertama Maritim Datok Tan Kok Kwee menyatakan agar hubungan yang baik antara APMM dan WFQR IV dalam menangani tindak kriminal di laut sangat efektif harus tetap terjadi. Ini dilakukan melalui pertukaran informasi.
Namun, menurut dia, memang ada kendala yang dihadapi karena aturan hukum antar-kedua negara bertetangga ini berbeda sehingga tidak tertutup kemungkinan adanya intervensi politik.
(Hantoro)