Kurang dari setahun sebelum Tintin membuat penampilan pertamanya, di majalah anak-anak Belgia Le Vingtième Siecle, Huld menyelesaikan tantangan bertualang sendiri selama 46 hari. Siapakah Huld? Dia hanya anak biasa dengan ketangguhan yang luar biasa.
Perjalanannya menjadi berita utama saat itu dan ketika dia kembali ke Tanah Airnya, Huld disambut bak pahlawan. Lebih dari 20 ribu pengagum menyapanya saat pulang ke rumah. Ibunya yang paling terharu karena selama Huld pergi, dia mengalami depresi hingga harus tidur dengan bantuan obat.
Usai melakukan perjalanan panjang itu, Huld menulis buku. Dia menceritakan semua pengalamannya dalam 46 hari itu. Bukunya laris dan diterbitkan dalam beberapa bahasa. Buku itu juga masuk ke tangan seorang kartunis Belgia yang dikenal dengan nama Hergé dan pada tahun yang sama, ketika buku Huld diterbitkan, Tintin memulai debutnya.
Huld sendiri mengemukakan kalau dia merasa menjadi inspirasi bagi Tintin. Kendati begitu, sang pengarang aslinya tak pernah menyatakan hal serupa. Sehingga perdebatan soal siapa yang jadi inspirasi sesungguhnya Tintin terus bergulir. Ada yang percaya bahwa ilham sebenarnya di balik karakter tersebut adalah jurnalis foto Prancis, Robert Sexe. Hal itu terbukti dari kesamaan ceritanya dengan perjalanan di tiga buku pertama serial komik Tintin.
Begitulah si detektif muda yang selalu ditemani seekor anjing jenis terrier bernama Milou atau Snowy itu lahir dari tangan Hergé. Tidak peduli siapa yang jadi inspirasi sebenarnya, para penggemar sejati Tintin tetap menganggapnya pahlawan.
Sosok pahlawan yang tidak perlu punya kekuatan super, seperti superhero Amerika Serikat. Cukup dengan keuletan dan semangat pantang menyerah, dia bisa melakukan segalanya. Lolos dari maut dan kasus serumit apa pun.
Tintin juga mewakili sesuatu yang tidak dimiliki orang lain, yakni kewaspadaan tanpa kompromi dan kebutuhan untuk berhasil berapa pun harga yang harus dibayarnya.
(Emirald Julio)