Namun, di hari itu Datuk Sulaiman tak langung masuk. Ia memilih pulang dan datang keesokan harinya.
"Besoknya, Datuk Sulaiman kembali datang ke rumah Raja. Ia sudah bisa masuk dalam halaman rumahnya. Di sini ujian keduanya, berupa guci berisi air yang tergantung di pintu rumah raja," terang Saprillah saat ditemui Okezone di kantor Balai Litbang Agama Makassar, jalan AP Pettarani Makassar.
Guci itu melayang-layang di pintu tak tergantung. Melihat itu, Datuk lalu mengangkat tongkatnya dan memukul guci tersebut. Benda itu pecah, kepingan guci berhamburan di tanah. Namun entah bagaimana, air tetap menggelantung di pintu sesuai bentuk guci. Beberapa lama melayang, baru air itu ikut jatuh ke tanah
Usia melewati ujian kedua, Datuk belum juga masuk menemui raja. Ia memilih pulang dan datang kembali di hari esoknya.
Kedatangannya yang ketiga, Datuk sudah berhadap-hadapan dengan Raja Luwu. Namun mereka di antarai tujuh buah telur yang bersusun rapi secara vertikal, tanpa jatuh. Lagi-lagi raja Luwu memamerkan kesaktiannya di depan Datuk.