Menlu AS Konfirmasi Korut Uji Rudal Balistik Antarbenua Pertama

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis
Rabu 05 Juli 2017 09:34 WIB
Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong-un meninjau uji coba rudal Hwasong-14 (Foto: Reuters)
Share :

WASHINGTON – Negara serba-tertutup, Korea Utara (Korut), kembali melakukan uji coba rudal balistik. Pemimpin Tertinggi Kim Jong-un mengatakan, rudal Hwasong-14 itu diluncurkan sebagai hadiah bagi Amerika Serikat (AS) yang sedang merayakan Hari Kemerdekaan.

Sempat terjadi perdebatan terkait rudal yang diluncurkan tersebut. Ada yang menyatakan Korut menembakkan rudal jarak menengah, tetapi ada juga yang mengatakan Pyongyang menguji rudal balistik antarbenua (ICBM).

Kepastian jenis rudal didapat dari pernyataan Menteri Luar Negeri (Menlu) AS, Rex Tillerson. Mantan CEO perusahaan energi itu mengonfirmasi Korut berhasil melakukan uji coba rudal ICBM pertama mereka. Ia meminta komunitas internasional bereaksi terhadap rezim Korut.

“AS mengutuk keras peluncuran ICBM Korut. Menguji ICBM adalah eskalasi terbaru ancaman terhadap AS, sekutu dan mitra kami, kawasan, dan seluruh dunia. Semua negara hendaknya menunjukkan secara terbuka konsekuensi terhadap Korut jika mereka terus mengupayakan senjata nuklir,” bunyi pernyataan resmi Menlu Rex Tillerson, mengutip dari The Guardian, Rabu (5/7/2017).

Peluncuran rudal tersebut memaksa Dewan Keamanan (DK) PBB untuk melakukan pertemuan tertutup pada Rabu siang waktu setempat di New York. Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin juga akan mengutarakan pendapat masing-masing terkait provokasi Korut dalam pertemuan mereka di sela-sela KTT G-20 di Hamburg, Jerman, pada 7 Juli 2017.

Kecaman keras juga datang dari Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres. Pria asal Portugal itu menyatakan, uji coba rudal merupakan pelanggaran keras terhadap resolusi DK PBB dan memberikan eskalasi berbahaya terhadap situasi saat ini.

“Sangat penting untuk mempertahankan kesatuan komunitas internasional dalam menghadapi tantangan serius ini,” ujar Antonio Guterres. Pernyataan tersebut merujuk kepada hubungan AS dan China yang diharapkan mampu menekan Korut agar mengurangi program nuklir mereka.

(Wikanto Arungbudoyo)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya