Ibu itu lantas diminta mundur dan menaruh logam yang masih dipegangnya ke nampan yang disediakan. Setelah diselidiki, ternyata mesin pendeteksi logam bandara berbunyi karena si ibu masih menggunakan jam tangan.
Sayangnya, dia menolak untuk melepaskan jam tangan tersebut. Merasa dipersulit petugas, ibu itu kemudian marah. Agar tidak mengganggu antrean, ia dibawa ke ruangan khusus untuk dimintai keterangan.
“Keterangan dari ibu itu masih kami dalami. Soal penamparan ada atau tidak nanti setelah penyelidikan selesai, baru kami sampaikan,” janjinya.
Yuris meyakinkan ibu itu sekarang sudah terbang ke kota tujuannya, Jakarta. Ia seharusnya menaiki pesawat ID6271 dengan jam keberangkatan pukul 08.00. Namun tertunda karena masuk ke ruangan khusus. Ia akhirnya menumpang dalam penerbangan berikutnya.(ulu)
(Awaludin)