Raffles juga menambahkan bahwa Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah ikut mendukung pemadaman dengan bom air yang telah tiba di Aceh Barat sejak Selasa sore.
Menurut dia, kejadian ini disebabkan oleh adanya aktivitas pertanian dari masyarakat berupa pembersihan lahan perkebunan dengan cara membakar, sehingga api menyebar ke lahan lain. "Sampai dengan saat ini para pihak yang terlibat sudah berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan pemadaman," tambah Raffles.
Satgas Karhutla yang terdiri dari Manggala Agni (KLHK) bersama TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA) dan tim terpadu lainnya kata dia, berjibaku mengantisipasi meluasnya areal karhutla.
"Selain pemadaman, Satgas Karhutla juga terus melakukan pemantauan terhadap munculnya titik api (groundcheck hotspot) yang dapat berpotensi menimbulkan kebakaran hutan dan lahan," pungkasnya.
(Rizka Diputra)