SEOUL – Amerika Serikat (AS) menerbangkan dua pesawat pengebom B-1B di atas Semenanjung Korea sebagai pertunjukan kekuatan untuk merespons uji coba rudal balistik antar benua (ICBM) yang dilakukan Korea Utara (Korut) pekan ini. Pyongyang mengklaim rudal Hwasong-14 yang diluncurkan pada Jumat, 28 Juli tersebut dapat mencapai daratan AS.
Pernyataan dari Washington menyebutkan kedua bomber B-1B meluncur dari pangkalan udara AS di Guam dan bergabung dengan jet tempur Jepang dan Korea Selatan (Korsel) dalam latihan. Sebelumnya AS juga pernah menerbangkan bomber B-1B di Semenanjung Korea sebagai respons atas uji coba rudal atau nuklir Korut.
"Korea Utara tetap merupakan ancaman yang besar bagi stabilitas regional. Jika diminta, kami siap untuk menanggapi dengan kekuatan yang besar, cepat dan mematikan, di tempat dan waktu yang kami pilih,” kata Komandan Angkatan Udara AS di Pasifik, Jenderal Terrence J. O’Shaughnessy dalam pernyataan yang dikutip Reuters, Minggu (30/7/2017).
Pemimpin Besar Korut, Kim Jong-un yang mengawasi secara langsung peluncuran rudal tersebut mengatakan bahwa uji coba itu adalah peringatan keras bahwa AS tidak akan selamat dari kerusakan jika Negeri Paman Sam berusaha menyerang Korut. Peluncuran rudal tersebut adalah uji coba ICBM kedua yang dilakukan Korut dalam waktu kurang dari satu bulan.
(Rahman Asmardika)