JAKARTA - Pakar Psikolgi Forensik, Reza Indragiri mengatakan ada bentuk teori frustasi agresif dalam kejadian pembakaran kepada MA yang diduga mencuri amplifier musala di Desa Muara Bakti, Babelan, Kabupaten Bekasi, pada 1 Agustus 2017.
"Kita bisa bayangkan masyarakat merasa frustasi saat barang mereka sering hilang dan tidak kembali. Kalau kemudian masyarakat merasa frustasi, akan ada muncul teori frustasi agresif, frustasi yang akan menggumpal hanya tinggal bertemu dengan masalah kecil saja dan akan meledak menjadi perilaku kekerasan seperti kemarin," kata Reza dalam diskusi Redbons di ruang redaksi Okezone, Selasa (8/8/2017).
Selain itu, menurut Reza terdapat juga faktor jamak dalam peristiwa tunggal ini. Ada kemungkinan saat ini masyarakat mengganggap bahwa hukum ini tidak hadir karena dianggap tidak memberikan solusi.
"Ada kemungkinan bahwa masyarakat kita menganggap hukum ini tidak hadir. Saya tidak bicara fakta, tapi bicara persepsi karena merasa hukum tidak hadir. Kalaupun hadir, tidak memberikan solusi, kalaupun ada solusi namun tidak sesuai," papar Reza.
Lalu dalam situasi itu, lanjut Reza, masyarakat mengambil sebuah prakarsa dengan membuat hukum sendiri bertujuan agar ada rasa aman di lingkungannya. "Jadi ingin mengembalikan hukum ketertiban sosial namun ironis dengan cara yang melanggar hukum itu sendiri, sehingga masyarakat menjadi penegak hukum sendiri" tandasnya.
(Angkasa Yudhistira)