BEIJING – Angkatan Laut (AL) China dilaporkan melaksanakan sejumlah latihan militer di Laut Kuning yang berakhir pada Selasa 8 Agustus 2017. Latihan yang dilakukan di wilayah lepas pantai Semenanjung Korea itu disinyalir sebagai bentuk respons terhadap peluncuran rudal yang dilakukan Korea Utara (Korut).
Sebagaimana dikutip dari South China Morning Post, Rabu (9/8/2017) pada latihan di Laut Kuning selama empat hari itu, AL China disebut meluncurkan puluhan jenis rudal. Media CCTV mewartakan, latihan itu diadakan guna mempertajam kemampuan militer China dalam manuver penyerangan dan pertahanan.
BACA JUGA: Tegas! China Siap Tanggung Dampak Sanksi PBB Terhadap Korut
BACA JUGA: Bersiap Hadapi Konflik, China Perkuat Perbatasan dengan Korut
Latihan yang melibatkan kapal perang, kapal selam, bantuan udara serta pasukan coast guard itu meniru kondisi perang sesungguhnya demi menguji taktik serta kesiapan militer China. Latihan tersebut juga termasuk pencegatan di udara serta serangan di darat dan laut.
Latihan itu langsung diawasi oleh para petinggi militer China yang terdiri dari Kepala AL China Shen Jinlong, Kepala Pelatihan dan Manajemen di Komisi Militer Pusat Li Huohui hingga Komisaris AL Miao Hua. Latihan yang diadakan di perairan antara pantai di Qingdao dan Liayungang ini merupakan latihan susulan yang sebelumnya diadakan militer China di Laut Kuning pada bulan lalu.
BACA JUGA: Tegas! China Lemparkan Masalah Semenanjung Korea ke Tangan AS-Korut
BACA JUGA: AS Tekan Dunia Isolasi Korut, ASEAN Malah Cari Cara Rangkul Kim Jong Un
Namun media di China melaporkan bahwa pengamat memandang latihan tersebut sebagai strategi Negeri Tirai Bambu untuk menangkal provokasi yang acap kali dilakukan Korut terkait peluncuran rudal yang dilakukan pada Juli 2017 sebanyak dua kali.
“China mungkin mengirimkan pesan kepada Korut bahwa mereka (Beijing) akan efektif jika perang memang pecah,” ujar pengamat pertahanan China di Australian Strategic Policy Institute, Malcolm Davis.
(Emirald Julio)