OKEZONE STORY: Kisah Emas Yamashita, Harta Karun Jepang yang Terkubur di Asia Tenggara

Rahman Asmardika, Jurnalis
Minggu 13 Agustus 2017 08:00 WIB
Ilustrasi. Emas rampasan militer Jepang. (Foto: Ancient-origin)
Share :

EMAS Yamashita atau yang sering juga disebut dengan Harta Karun Yamashita adalah sejumlah besar rampasan perang yang dikumpulkan oleh militer Jepang di Asia Tenggara selama Perang Dunia II. Harta rampasan yang banyak dibicarakan ini dinamakan mengikuti seorang Jenderal Jepang Yamashita Tomoyuki yang dijuluki sebagai Harimau Malaya.

Banyak pemburu harta karun berusaha untuk menemukan Emas Yamashita yang disebut-sebut terkubur di suatu tempat di Filipina. Namun, sampai hari ini, harta karun itu masih belum ditemukan, bahkan banyak yang menduga Emas Yamashita tidak pernah ada.

Selama Perang Dunia II, Jepang diklaim memiliki sebuah organisasi rahasia yang tujuan utamanya adalah melakukan penjarahan di daerah pendudukan. Organisasi yang dinamakan sebagai 'Golden Lily' atau 'Lili Emas' itu dibentuk menyusul deklarasi perang Jepang atas China pada Desember 1937 dan dipimpin oleh Pangeran Chichibu, adik dari Kaisar Hirohito.

Sebagian besar wilayah Asia Tenggara yang diduduki Jepang juga tidak luput dari penjarahan Golden Lily. Rampasan perang dari wilayah ini terlebih dahulu singgah di Filipina di mana harta tersebut dimasukkan ke dalam kapal sebelum melanjutkan perjalanannya ke Jepang.

Keterlibatan Amerika Serikat (AS) dalam kancah Perang Dunia II pada 1942 membuat Jepang mulai terdesak dan kehilangan wilayahnya, terutama di wilayah Pasifik. Pasukan AS juga mulai menenggelamkan sejumlah kapal angkatan laut Jepang yang membuat pengiriman rampasan perang semakin sulit dilakukan. Karena itulah Golden Lily memutuskan untuk menyembunyikan rampasan perang mereka agar tidak jatuh ke tangan pihak AS.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya