OKEZONE STORY: Kampanye Bulu Putih, Aksi yang Membuat Pria di Inggris Dipermalukan dan Menjadi Pahlawan

Putri Ainur Islam, Jurnalis
Sabtu 02 September 2017 08:07 WIB
Kampanye bulu putih. (Foto: The Vintage News)
Share :

Namun, pada 1916, kriteria seorang untuk menjadi tentara dipermudah. Akhirnya sang pria memaksakan diri untuk bergabung dengan tentara dan ikut perang. Tragis, pria itu tewas dalam perang. Berdasarkan cerita sang keponakan, istri yang juga bibinya itu terpukul akan kematiannya. Ia sadar betul jika suaminya memang tidak layak ikut perang dan hanya ikut perang untuk membuktikan bahwa ia bukan pengecut. Saking sedihnya, sang istri menderita dimensia.

Walaupun banyak salah sasaran, namun para aktivis wanita bertekad untuk tetap melanjutkan aksinya. Mereka membuat banyak pria mendaftar dan meskipun beberapa orang akhirnya meninggal "karena bulu putihnya" ada beberapa yang menjadi pahlawan karena alasan yang sama. Di antaranya adalah Roland Gwayne, yang kemudian menjadi Wali Kota Eastbourne.

Memang sulit untuk menyalahkan semua pada aktivis wanita yang melakukan aksi pemberian bulu putih tersebut, karena mereka memiliki alasan tersendiri. Mereka berusaha mengobarkan semangat perang kepada semua pria dan pemerintahan yang tidak mendukung mereka. Beberapa sejarawan berspekulasi bahwa inilah cara mereka untuk mendapatkan perhatian publik. Cara mereka melakukan aksi bulu putih tidak diragukan lagi merupakan tindakan yang tidak besimpati, namun wanita-wanita ini dilaporkan sengaja melakukan hal tersebut untuk memperjuangkan hak-hak mereka. (pai)

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya