Warga China Rayakan Tradisi Tahunan, Seekor Anjing Ditandu Bak Seorang Raja

Rufki Ade Vinanda, Jurnalis
Rabu 06 September 2017 05:04 WIB
Perayaan menyembah anjing di China. (Foto: SCMP)
Share :

GUIZHOU - Sebagian masyarakat China tepatnya warga Provinsi Guizhou dengan suka cita menyambut perayaan tadisional tahunan yang disebut juga dengan Dog Carrying Day. Setiap setahun sekali orang-orang Miao di desa Jiaobang, Guizhou akan memperlakukan seekor binatang bak seorang raja dan menyembah mereka.

Tradisi yang telah berlangsung berabad-abad tersebut dimaksudkan untuk menyembah anjing yang dianggap dewa. Seekor anjing akan dipakaikan pakaian manusia dan ditambah dengan aksesoris seperti kalung lalu kemudian disembah. Anjing tersebut juga ditandu layaknya seorang raja.

Sebagaimana diwartakan Independent, Rabu (6/9/2017), berdasarkan legenda lokal, anjing dianggap sebagai hewan yang berjasa menyelamatkan manusia di masa lalu. Warga desa pertama yang menempati Jiaobang dikisahkan sekarat dan nyaris meninggal akibat kehausan.

Kemudian secara tidak terduga, seekor anjing datang menyelamatkan orang tersebut dengan membawanya ke sebuah sumber air terdekat. Tindakan mulia si anjing itu dianggap sebagai tanda kebesaran hewan yang memang dikenal dekat dan bersahabat dengan manusia.

Baca Juga: 1.000 Ekor Hewan Nyaris Disantap dalam Festival Kontroversial di China

Perayaan unik ini diawali dengan parade anjing yang ditandu berkeliling desa. Pakaian manusia dan topi yang digunakan si anjing diketahui dibuat secara khusus. Anjing itu juga dibawa berkeliling di sawah, sementara peserta parade lainnya akan bernyanyi dan menabuh drum.

Anjing dianggap sebagai sosok dewa. (Foto: SCMP)

Seorang dukun atau ketua adat akan memimpin pawai dan peserta laiinya akan saling melemparkan lumpur sebagai isyarat simbolis untuk perdamaian, kesehatan serta kemakmuran. Perayaan menjadi semakin ramai karena warga desa akan berkumpul di jalan-jalan untuk menyaksikan parade. Mereka juga berdoa agar panen tahun ini akan berjalan baik.

Sayangya tradisi yang telah berlangsung selama berabad-abad ini mendapat kritik dari beberapa pihak karena dianggap merupakan bentuk kekerasan kepada hewan. Meski nampak lucu dengan pakaian dan topi manusia, nyatanya anjing diikat dengan rantai agar diam dan tak pergi dari tandu. Yang lain menyamakan perayaan ini dengan Festival Yulin yakni festival menyantap daging anjing dan kucing secara masal.

Baca Juga: Festival Daging Anjing Yulin Masih Terus Diadakan

(Rufki Ade Vinanda)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya