Kita berharap wisatawan-wisatawan asing itu juga tidak ada gangguan,” lugasnya.
Baca Juga: Mendagri Imbau Dukungan untuk Rohingya Tak Sampai Turun ke Jalan
Sementara itu, Asisten Operasi Kapolri (Assop) Irjen M Iriawan mengatakan, bahwa Candi Borobudur merupakan objek wisata dan situs yang harus dilestarikan karena menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia.
Untuk itu, kepolisian melarang aksi tersebut digelar di Candi Borobudur. Ia berharap aksi-aksi solidaritas dapat disampaikan di daerahnya masing-masing.
Iriawan yang memimpin rapat koordinasi tersebut menambahkan, bahwa tak melarang melakukan aksi bila dilakukan di tempat yang semestinya. Ia mempersilakan masyarakat yang ingin memberikan dukungan untuk Rohingya.
"Silakan melakukan aksi di tempat masing-masing secara damai. Silakan beri support kepada saudara kita Rohingya mungkin dengan cara bantuan, biaya dan sebagainya. Sehingha kita pastikan kegiatan di Borobudur tidak dilaksanakan," pungkasnya.
Sekadar diketahui, beberapa hari terakhir marak beredar informasi digelarnya aksi solidaritas yang akan dilakukan sejumlah ormas dengan mengerahkan jutaan orang di Candi Borobudur, Jumat 8 September. Aksi itu digelar sebagai bentuk solidaritas terhadap umat muslim Rohingya yang saat ini tengah dilanda krisis kemanusiaan di Myanmar. (fzy)
(Arief Setyadi )