Ada Isu Aksi Solidaritas Rohingya di Borobudur, Polda Jateng Tetapkan Siaga I Selama 3 Hari

Taufik Budi, Jurnalis
Rabu 06 September 2017 02:08 WIB
Rapat menanggapi isu demo di Borobudur terkait Rohingya. Foto Okezone/Taufik Budi
Share :

SEMARANG - Polda Jateng menetapkan status Siaga I selama tiga hari menanggapi isu terjadinya pengepungan Candi Borobudur yang akan digunakan sebagai tempat aksi solidaritas untuk muslim Rohingya.

Polisi akan menerapkan pola pengamanan berlapis untuk mencegah pengunjuk rasa menerobos kawasan candi yang menjadi keajaiban dunia itu.

“Polda Jateng Siaga I pada Kamis, Jumat, dan Sabtu, jadi selama tiga hari. Yang jelas tidak akan ada yang bisa masuk ring 1 Candi Borobudur. Nanti ada kawasan pengamanan di ring 2, pengamanan ring tiga,” kata Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono, usai rapat koordinasi dengan sejumlah pejabat Polri di Mapolda Jateng, Selasa (5/9/2017).

Baca Juga: Kedubes Myanmar Dilempar Molotov, Wiranto: Itu Bukan Demo tapi Sudah Merusak, Kita Tangkap!

Meski demikian, dia menyatakan kawasan Candi Borobudur masih tetap dibuka untuk wisatawan. Sementara warga yang hendak menyampaikan empati terhadap tragedi kemanusiaan muslim Rohingya, bisa dilakukan di masjid-masjid terdekat.

“Apalah nanti akan ada penutupan (Candi Borobudur), yang jelas penutupan untuk yang akan melakukan aksi. Sedangkan bagi wisatawan asing yang jauh-jauh kita akan koordinasik dan dengan pihak pengelola.

Kita berharap wisatawan-wisatawan asing itu juga tidak ada gangguan,” lugasnya.

Baca Juga: Mendagri Imbau ‎Dukungan untuk Rohingya Tak Sampai Turun ke Jalan


Sementara itu, Asisten Operasi Kapolri (Assop) Irjen M Iriawan mengatakan, bahwa Candi Borobudur merupakan objek wisata dan situs yang harus dilestarikan karena menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia.

Untuk itu, kepolisian melarang aksi tersebut digelar di Candi Borobudur. Ia berharap aksi-aksi solidaritas dapat disampaikan di daerahnya masing-masing.

Iriawan yang memimpin rapat koordinasi tersebut menambahkan,  bahwa tak melarang melakukan aksi bila dilakukan di tempat yang semestinya. Ia mempersilakan masyarakat yang ingin memberikan dukungan untuk Rohingya.

"Silakan melakukan aksi di tempat masing-masing secara damai. Silakan beri support kepada saudara kita Rohingya mungkin dengan cara bantuan, biaya dan sebagainya. Sehingha kita pastikan kegiatan di Borobudur tidak dilaksanakan," pungkasnya.

Sekadar diketahui, beberapa hari terakhir marak beredar informasi digelarnya aksi solidaritas yang akan dilakukan sejumlah ormas dengan mengerahkan jutaan orang di Candi Borobudur, Jumat 8 September. Aksi itu digelar sebagai bentuk solidaritas terhadap umat muslim Rohingya yang saat ini tengah dilanda krisis kemanusiaan di Myanmar. (fzy)

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya