Sudah Tinggal Sejak Lama, Pengamat Sebut Rohingya Penduduk Asli Arakan

Rayful Mudassir, Jurnalis
Jum'at 08 September 2017 08:51 WIB
Warga Rohingya di Bangladesh. (Iran Daily)
Share :

JAKARTA – Konflik berkepanjangan antara pemerintah Myanmar dan Rohingya di Negara Bagian Rakhine terus berlanjut. Padahal dari catatan sejarah, etnis Rohinya diketahui merupakan penduduk awal sebelum orang-orang Burma.

Pengamat Internasional, Arya Sandhiyudha mengatakan para warga Rohingya mulai berdatangan ke Rakhine, sejak abad ke 7 masehi hingga tahun 1785. Saat awal memasuki Arakan, Rohingya merupakan kelompok mayoritas dibandingkan etnis atau suku yang lain.

"Jadi jika ditanya dari mana mereka berasal, memang dari Rakhine," kata Arya dalam Diskusi Redbons dengan tema “Bencana Kemanusiaan Rohingya & Solidaritas Muslim ASEAN di Kantor Redaksi Okezone, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis 7 September 2017.

(Baca Juga: Waduh! GP Ansor Sebut Konflik Etnis Rohingya Akibat Adanya Blok Migas di Rakhine)

 

Namun setelahnya, sejak 1785 hingga 1825, giliran orang-orang Burma memasuki Myanmar. Dengan jumlah yang banyak, masa itu pula dimulai penyingkiran terhadap etnis Rohingya oleh penduduk Burma. Padahal kata Arya, Rohingya yang lebih awal menduduki Myanmar.

Rohingya yang tidak memiliki kekuasaan apa pun saat itu, terpaksa lari ke berbagai daerah. Termasuk berpindah ke wilayah Bangladesh, tetangga terdekat Myanmar. "Pada fase ini, orang-orang Burma belum mengenal istilah genosida, tapi dalam praktiknya sudah mulai dilakukan di sana," papar Arya.

(Baca Juga: Mengapa Etnis Rohingya Begitu Dibenci di Myanmar?)

Konflik tersebut semakin parah saat Inggris mulai memasuki Myanmar. Kolonial Inggris membawa para Rohingya di Bangladesh untuk membantu mereka di Myanmar. Mulai saat itu dalam sejarah pendidikan di Myanmar disebut Rohingya merupakan sekutu Inggris yang melakukan konfrontasi kepada penduduk Myanmar asli.

Meski begitu, kata Arya, sejak 1948 sampai 1970, Rohingya diterima kembali di Myanmar. Mereka juga diakui oleh regulasi di negara itu. Rohingya juga dianggap sebagai yang turut membantu kemerdekaan Myanmar.

Tidak lama setelah itu, pihak junta militer kembali melakukan kekerasan dan aksi genosida terhadap Rohingya. Puncaknya ialah pada 1982, Rohingya resmi dianggap sebagai penduduk ilegal di negara itu. Hingga kini nasib Rohingya masih tak menentu.

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya