Sudah Tinggal Sejak Lama, Pengamat Sebut Rohingya Penduduk Asli Arakan

Rayful Mudassir, Jurnalis
Jum'at 08 September 2017 08:51 WIB
Warga Rohingya di Bangladesh. (Iran Daily)
Share :

Rohingya yang tidak memiliki kekuasaan apa pun saat itu, terpaksa lari ke berbagai daerah. Termasuk berpindah ke wilayah Bangladesh, tetangga terdekat Myanmar. "Pada fase ini, orang-orang Burma belum mengenal istilah genosida, tapi dalam praktiknya sudah mulai dilakukan di sana," papar Arya.

(Baca Juga: Mengapa Etnis Rohingya Begitu Dibenci di Myanmar?)

Konflik tersebut semakin parah saat Inggris mulai memasuki Myanmar. Kolonial Inggris membawa para Rohingya di Bangladesh untuk membantu mereka di Myanmar. Mulai saat itu dalam sejarah pendidikan di Myanmar disebut Rohingya merupakan sekutu Inggris yang melakukan konfrontasi kepada penduduk Myanmar asli.

Meski begitu, kata Arya, sejak 1948 sampai 1970, Rohingya diterima kembali di Myanmar. Mereka juga diakui oleh regulasi di negara itu. Rohingya juga dianggap sebagai yang turut membantu kemerdekaan Myanmar.

Tidak lama setelah itu, pihak junta militer kembali melakukan kekerasan dan aksi genosida terhadap Rohingya. Puncaknya ialah pada 1982, Rohingya resmi dianggap sebagai penduduk ilegal di negara itu. Hingga kini nasib Rohingya masih tak menentu.

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya