Selamat! 215 Prajurit Lolos Pendidikan Kopassus Setelah 7 Bulan Pelatihan Berat

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis
Senin 25 September 2017 10:41 WIB
Pelatihan Kopassus. (Foto: Sindonews)
Share :

CILACAP - Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Mayor Jenderal TNI Madsuni telah menutup pendidikan prajurit Komando Angkatan 101 di Pantai Permisan Cilacap, Nusakambangan, Jawa Tengah, Sabtu 23 September 2017.

Pendidikan yang ditempuh selama tujuh bulan ini melalui seluruh rangkaian pendidikan Komando, mulai dari tahap basis di Batujajar, tahap gunung-hutan di Situlembang dan tahap rawa laut di Cilacap dengan materi kemampuan menembak, fisik, beladiri, penggunaan senjata tradisional hingga pendekatan kepada masyarakat.

Danjen Kopassus mengatakan, tidak mudah untuk menjadi prajurit Komando karena sangat beratnya latihan yang harus dijalani oleh setiap siswa Komando.  

Dia mengatakan, ciri khas Kopassus dalam pembentukan prajurit Komando adalah kebersamaan dengan melepas pangkat dan jabatan.

(Baca juga: Wuidih.. Kopassus Latih Puluhan Prajurit Korem Tangani Ular Berbisa)

Kebersamaan ini, kata dia, melahirkan jiwa korsa yang tinggi yang akhirnya menjadi modal utama dalam melaksanakan tugas sebagai abdi Negara.

“Yang membedakan kalian dengan satuan lain adalah tes psikologi. Hari ini terbukti kalian mampu bertahan di bawah tekanan dan penderitaan dalam situasi apapun. Kondisi ini mewujudkan prajurit Komando yang memiliki sikap mental seorang prajurit sejati yang memiliki militansi yang tinggi, tahan uji dan pantang menyerah dalam menghadapi situasi sesulit apapun," tutur Madsuni dalam keterangan pers yang diterima SINDOnews, Senin (25/9/2017).

Madsuni juga mengatakan, kualifikasi yang telah dicapai belum cukup untuk menjadi prajurit yang mahir dan andal. Masih banyak lagi kemampuan dan keterampilan yang harus dimiliki sebagai pelengkap pasukan khusus.

Dia pun mengingatkan anggota Kopassus tidak berpuas diri dan tetap meningkatkan kemampuan melalui budaya belajar dan berlatih serta terus mengikuti dinamika perkembangan situasi era global saat ini.

Dari 261 peserta yang mengikuti pendidikan, 215 peserta dinyatakan lulus dan 46 peserta lainnya dinyatakan tidak bisa mengikuti pendidikan karena kesehatan, mental, dan akademik.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya