Wow, Konstruksi Jalan Penyerap Banjir Karya Profesor ITB Ternyata Lebih Murah dan Tahan 40 Tahun

Oris Riswan, Jurnalis
Senin 25 September 2017 17:09 WIB
Prof. Bambang menunjukkan paving blok berteknologi geopori (Oris Riswan/Okezone)
Share :

BANDUNG - Inovasi mengatasi banjir karya Profesor Bambang Sunendar Purwasasmita sempat viral di media sosial. Kontruksi jalan dengan teknologi geopori atau geopolimer hasil eksperimen guru besar Institut Teknologi Bandung (ITB) itu disebut memiliki daya serap air yang tinggi, ampuh mencegah banjir, dan diprediksi tahan hingga 40 tahun.

Konstruksi jalan dengan teknologi geopori atau geopolimer tersebut dianggap solusi tepat mencegah banjir, di tengah buruknya drainase khususnya di perkotaan.

Menggunakan berbagai bahan seperti kerikil hingga limbah batu bara, konstruksi jalan berteknologi geopori bahkan diyakini memiliki daya tahan lebih lama dibanding jalan aspal atau beton. Alasannya, air di permukaan jalan berteknologi geopori akan langsung terserap ke tanah, sementara jalan konvensional tidak mampu menyerap air. Itulah sebabnya, jalanan selama ini rusak begitu banjir surut, karena konstruksi jalan tergerus air.

"Kalau menurut basic science, kekuatannya (jalan berteknologi geopori) sampai 40 tahun karena memang tidak tergerus air," kata Bambang yang merupakan dosen di Fakultas Teknologi Industri ITB kepada Okezone akhir pekan lalu.

Untuk kekuatan konstruksi, sambung Bambang, jalan berteknologi geopori mampu menopang beban sampai 1,5 ton. Dia menambahkan, untuk merancang konstruksi dibutuhkan pengetahuan yang mumpuni. "Perlu pengetahuan mengenai konstruksi, mengenai kekuatan, texture track, sampai kekuatan terhadap air agar tidak rontok," jelas alumus Keio University Jepang tersebut.

Harga pembuatan konstruksi itu, kata dia, secara umum tidak beda jauh dengan konstruksi pembangunan jalan konvensional. Tapi dari segi ketahanan, penggunaan konstruksi geopori jauh lebih awet. Sementara jika produksinya dilakukan secara industri, harganya bisa lebih murah, karena bahan-bahan yang dipakai untuk pembuatannya dari lokal.

Saat ini, hitung-hitungan kasar pembuatan jalan dengan konstruksi geopori untuk ukuran 1 kilometer dan lebar 4 meter, biayanya sekira Rp1,3 miliar. "Harganya enggak beda jauh, tapi fungsinya lebih efektif," ucap Bambang.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya