PEKANBARU - DPP Partai Golkar telah memutuskan mengusung petahana Arsyadjuliandi Rachman di Pemilihan Gubernur Riau 2017. Padahal hasil survei dari partai berlambang pohon beringin, elektabilitas pria yang lebih akrab disapa Andi Rahman itu kurang diunggulkan.
Pengamat politik dari Fisipol Universitas Riau, Saiman Pakpahan menilai, putusan Golkar mengusung Andi Rahman hanya berdasarkan dua faktor. Pertama karena dia menjabat masih Gubernur Riau dan yang kedua karena posisinya menjabat Ketua DPD I Partai Golkar Riau.
"Namun masalahnya, Andi Rahman saat Pilkada Riau sebelumnya hanya berada di posisi wakil. Pada Pilkada 2013-2018 Andi hanya di posisi cadangan. Masyarakat tidak mengenal dia. Sosok Annas Maamun lah yang kemarin bertarung dan dipilih oleh rakyat,” ujarnya, kepada okezone Selasa (26/9/2017).
“Saat Annas Maamun, terjerat kasus hukum baru Andi mendapatkan jabatan posisi gubernur. Popularitas Andi sampai saya nilai saat ini tidak menjual ke masyarakat," lanjut Saiman Pakpahan.
(Baca juga: Golkar Tetapkan Arsyadjuliandi Rachman Calon Gubernur Riau)