Malam Kematian Bagi Sang Bangsawan
Petikan "Mas" dalam nama M.T. Haryono merupakan identitas kebangsawanannya. Diturunkan dari sang ayah, Mas Harsono Tirtodarmo, darah kebangsawanan Sunan Giri mengalir di dalam tubuh sang jenderal.
Darah itulah yang kemudian mengalir dari dalam tubuh M.T. Haryono, bersama penggalan-penggalan terakhir nyawanya. Berondongan senapan Thompson milik Sersan Mayor Boengkoes, seorang komandan dari pasukan pengawal Presiden Soekarno, Cakrabirawa --sekarang dikenal dengan Paspampres-- berhasil mengakhiri hidup M.T. Haryono.
Setelah dipastikan mati, Cakrabirawa kemudian mengangkut jasad M.T. Haryono ke atas truk. Menurut kesaksian anak ke-tiga M.T. Haryono, Rianto Nurhadi, jasad sang ayah diperlakukan dengan sangat keji oleh pasukan Cakrabirawa.
"Kami melihat sendiri ayah saya diseret. Diseretnya itu dia menarik kaki ayah saya sepanjang kamar sampai ke depan truk dan ayah saya dilempar seperti melempar karung beras," tutur Rianto.
Sementara itu, Sersan Mayor Boengkoes, dalam sebuah wawancara sempat mengungkapkan penyesalannya, kendati sebagai seorang serdadu, ia sadar betul pembunuhan itu ia lakukan sebagai bentuk kepatuhannya pada garis komando.