Sistem Kerja Tak Manusiawi, Ini Kisah 2 Pegawai Cantik di Jepang yang Meninggal karena Lembur

Rufki Ade Vinanda, Jurnalis
Kamis 05 Oktober 2017 21:05 WIB
Miwa Sado dan Matsuri Takahashi. (Foto: News of Japan)
Share :

TOKYO - Budaya kerja di Jepang kembali menjadi sorotan setelah kematian seorang Jurnalis. Jurnalis yang menjadi penyiar NHK tersebut meregang nyawa di usianya yang baru menginjak 31 tahun dan memicu kontroversi. Pasalnya, jurnalis perempuan bernama Miwa Sado yang meninggal pada Juli 2013 diduga kuat tewas karena Karoshi.

Karoshi sendiri merupakan istilah yang berarti 'kematian yang disebabkan karena kerja paksa.' Meski sudah 4 tahun berlalu, Badan Tenaga Kerja Tokyomenghubungkan kematiannya dengan karoshi. Namun, pihak NHK baru mengumumkan kesimpulan yang menyebut bahwa Sado tewas karena kerap bekerja lembur pada pekan ini.

Sado merupakan seorang reporter politik, meliput pemilihan majelis metropolitan Tokyo dan pemilihan majelis tinggi nasional pada bulan Juni dan Juli 2013. Dia meninggal tiga hari setelah pemilihan majelis tinggi.

Baca Juga: Ya Ampun! Penyiar Wanita Jepang Meninggal Dunia Setelah Lembur 159 Jam

Sebagaimana dilansir The Guardian, Kamis (5/10/2017), Sado diketahui bekerja total 159 jam dan hanya mendapatkan 2 hari libur dalam sebulan. Kelelahan yang dialami Sado diduga memicu gagal jantung hingga akhirnya membuat perempuan malang itu meninggal.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya