Tak Temukan Merkuri di Poboya, KLHK Imbau Penambang Emas Gunakan Bahan Ramah Lingkungan

, Jurnalis
Jum'at 06 Oktober 2017 19:11 WIB
Pertambangan emas di Porbaya, Sulteng (Foto: Antara)
Share :

JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) tidak menemukan unsur kimia berbahaya merkuri yang diakibatkan penambangan emas di sekitar Poboya Palu Sulawesi Tengah.

"Karena warga telah meninggalkan merkuri," kata Direktur Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Ditjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 Kementerian LHK Yun Insiani di Jakarta Jumat.

Yun menuturkan masyarakat yang menambang secara tradisional telah mengganti unsur kimia merkuri dengan sianida untuk penambangan emas di Poboya.

Yun mengungkapkan Kementerian LHK meneliti rambut milik masyarakat sekitar yang menambang emas pada Maret-Agustus 2017 namun ditemukan unsur merkuri yang diduga penggunaan zat kimia sejak beberapa tahun sebelumnya.

Yun menyatakan unsur merkuri pada rambut salah satu penambang emas itu menunjukkan penurunan lantaran warga tidak menggunakan merkuri sejak dua hingga tiga tahun sebelumnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya