OKEZONE STORY: Ketika Anak-Anak pada Abad Ke-17 Belajar Membaca dengan Buku tentang Kematian

Putri Ainur Islam, Jurnalis
Minggu 15 Oktober 2017 08:12 WIB
Foto: The Vintage News
Share :

DI dunia ini tak ada yang lebih pasti dari kematian. Banyak orang yang tidak siap menghadapi kematian, baik kematian orang terdekat atau kematian diri sendiri. Namun, bagi anak-anak di abad ke-17, kematian adalah sesuatu yang harus mereka hadapi sejak mereka bisa membaca.

The New-England Primer adalah buku yang digunakan untuk mengenalkan anak-anak Protestan huruf alfabet dan bagaimana cara membacanya. Namun, banyak pelajaran di dalam buku teks tersebut menyebutkan kelemahan hidup, kematian, dan hukuman yang akan datang. Bayangkan, menjadi anak kecil yang terus-menerus mengingat kematian. Lebih dari sekadar kata-kata, bahkan ada gambaran yang menggambarkan kenyataan ini.

Awalnya New England Primer dijadikan sebagai buku teks untuk mengajarkan anak cara membaca. Semua orang harus bisa membaca firman Tuhan, jadi penting bagi setiap orang untuk bisa membaca. New England Primer pertama kali digunakan di Massachusetts di mana sekira 1642, sebuah undang-undang mengenai pengentasan buta huruf disahkan. Selain itu, semua kota kecil diharuskan memiliki seorang guru dan kota-kota yang lebih besar diharuskan memiliki sekolah.

Seiring meningkatnya permintaan untuk belajar membaca, ada kebutuhan sebuah buku yang tepat untuk mempersiapkan anak-anak membaca Alkitab. Untuk menjawab kebutuhan ini, seorang pria bernama Benjamin Harris membuat The New-England Primer.

Dikutip dari The Vintage News, Minggu (15/10/2017), The New England Primer hanya memiliki kurang dari 100 halaman. Buku tersebut mengajarkan alfabet, suku kata, dan formasi kalimat sambil menggunakan sajak untuk memberikan pelajaran. Warisan Harris menjadi sangat populer sehingga diyakini memiliki 450 edisi dan enam sampai delapan juta eksemplar terjual tidak hanya di seluruh Amerika Serikat, tetapi juga di Inggris dan sekitarnya selama 150 tahun.

Contoh dari buku tersebut yang benar-benar menunjukkan bahwa anak-anak sudah diajarkan tentang kematian, dimulai dengan mempelajari tulisan "Seperti menjalankan kehidupan jam pasir". Gambar untuk kalimat ini hanyalah sebuah jam pasir dengan pasir jatuh. Seiring berjalannya waktu, kita secara alami akan mendekati kematian. Meskipun referensi kematian itu tidak terlihat seperti contoh lainnya.

Contoh lainnya yaitu tulisan yang disertai dengan gambar Grim Reaper yang berusaha menikam seorang anak di bagian kepala. Hal tersebut merupakan ungkapan bahwa kematian bisa terjadi bahkan di usia muda mereka, seperti juga pada banyak orang pada masa itu. Lalu ada kalimat "Waktu mengurangi semua, baik besar maupun kecil." Waktunya adalah, seperti yang terlihat sebelumnya, sebuah referensi untuk kematian yang berarti kematian tidak pilih-pilih ketika sampai pada orang tua atau muda.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya