OKEZONE STORY: Ketika Anak-Anak pada Abad Ke-17 Belajar Membaca dengan Buku tentang Kematian

Putri Ainur Islam, Jurnalis
Minggu 15 Oktober 2017 08:12 WIB
Foto: The Vintage News
Share :

Contoh-contoh ini menunjukkan bahwa anak-anak diajari apa yang dapat dilihat di dunia sekarang ini sebagai pelajaran yang hampir mengerikan tentang kehidupan sambil belajar cara membaca.

Tentu saja, meski aneh, ajaran tersebut dapat diterima oleh penganut Protestan selama berabad-abad dan benar-benar membantu mereka dalam belajar membaca. Dalam pendidikan zaman sekarang, kita sering menghindar dari pengajaran tentang siklus hidup dan kematian bagi siswa usia SD. Sebaliknya, untuk pengajaran zaman sekarang, buku-buku akan berfokus pada lebih banyak gambar bahagia seperti hewan, tumbuhan, dan lainnya. Namun, bagi mereka yang belajar dari The New-England Primer, hidup adalah sesuatu yang diajarkan melalui kematian dan sebaliknya.

Ada sebuah kutipan dari buku The New-England Primer; Kehidupan dan kematian adalah dua pelajaran yang berbeda. Kehidupan membuat kita tahu bagaimana kematian, kematian memberi tahu kita bagaimana cara hidup. Jadi, anak-anak pada saat itu tidak ditunjukkan hanya satu sisi. Mereka akrab dengan yang baik dan buruk.

Tentu saja, bagi mereka, kematian bukanlah hal yang buruk. Kematian adalah batu loncatan untuk kebahagiaan jika orang tersebut menjalani kehidupan tanpa dosa. Ajaran semacam itu diperlukan untuk meredakan kegelisahan kematian, yang sangat berbeda dengan tingkat kematian yang lebih rendah saat ini dan ajaran yang lebih optimis untuk anak-anak. The New England Primer digunakan sampai abad ke-18 dan ke-19 sebelum akhirnya menghilang akibat buku yang lebih modern berdatangan.

(pai)

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya