JAKARTA – Mungkin istilah helm biru atau blue helmet belum terlalu familiar di telinga Anda. Nyatanya, istilah ini disematkan kepada para tentara yang tanpa kenal lelah serta tanpa takut berusaha menjaga perdamaian di wilayah konflik di berbagai negara.
Indonesia sendiri dikenal aktif mengirimkan prajuritnya menjadi tentara perdamaian dunia. Salah satu anggota pasukan perdamaian ini, Agus Triyono, mengaku mendapatkan berbagai pengalaman berkesan selama menjalankan tugasnya.
“Di Lebanon relatif lebih aman dibanding di Mali. Pengalaman saya, karena kita penduduk Muslim, jadi mereka menyambut kita dengan baik. Untuk kesehariannya masyarakat (Lebanon-red) itu senang dengan kehadiran Indonesia kalau dibandingkan dengan negara lain, mereka lebih menghargai kita,” ucap Agus ketika ditemui Okezone pada Conference on Indonesia Foreign Policy (CIFP) 2017 di The Kasablanka, Jakarta Selatan, Sabtu (10/21/2017).
Agus menjelaskan, ia bersama rekan helm biru lainnya dari Indonesia melakukan komunikasi yang intens dengan masyarakat di Lebanon serta Mali. “Masyarakat merasa bahwa PBB seperti Indonesia, orangnya baik-baik terus tidak menambah masalah bagi mereka. Sehingga keberadaan kami terasa,” sambungnya.
Walau tidak pernah mengalami masalah yang serius selama bertugas, Agus menceritakan bahwa ia dan rekan-rekannya kerap kali bertugas untuk meredakan ketegangan antara masyarakat dengan anggota helm biru dari negara lain di tempatnya berdinas.