Dirinya menyebut sebelum ada klarifikasi langsung dari Gedung Putih perihal peristiwa itu, seluruh kemungkinan bisa saja terjadi. Ia juga mendorong AS untuk menjelaskan kepada publik terkait pelarangan masuk Panglima TNI pekan lalu itu.
Jenderal Gatot rencananya akan mewakili presiden untuk hadir dalam acara Chiefs of Defense Conference on Country Violent Extrimist Organization di Washington DC. Ia dijadwalkan berangkat Sabtu lalu menggunakan pesawat Emirated EK 357 melalui gate 2D Bandara Soetta. Namun saat hendak check in, rombongan dilarang masuk ke wilayah AS.
Sehari setelah penolakan tersebut Duber AS untuk Indonesia menyebut Panglima TNI telah diizinkan untuk masuk ke Amerika. Namun Gatot menolak untuk melakukan penerbangan jika AS belum memberikan alasan kepada Indonesia perihal penolakan itu.
(Ulung Tranggana)