JAKARTA – Pasca ambruknya girder konstruksi tol Pasuruan-Probolinggo pada hari Minggu, (29/10/2017), Kementerian PUPR telah menurunkan tim untuk melakukan evaluasi desain, test dan metode kerja yang dilakukan oleh kontraktor.
Berdasarkan rilis yang diterima Okezone, Kemen PUPR mengakiumendapat penjelasan dari PT. Waskita Karya bahwa, pemasangan girder di Kecamatan Grati memiliki panjang 50,80 meter dalam proses erection menggunakan 2 buah mesin crane berkekuatan 250 ton dan 150 ton.
Pemasangan sudah dimulai sejak hari Sabtu dan menyelesaikan 3 girder. Saat dimulai pemasangan kemudian tali crane putus. Akibatnya girder menyentuh girder lainnya yang sudah terpasang sehingga keempat girder jatuh secara bersamaan.
“Pada ke tiga girder yang sudah dilakukan erection dilakukan pemasangan bracing. Pemasangan girder ke-4 dilanjutkan hari Minggu ini. Saat girder ke-4 tersebut sedang diatur untuk ditempatkan pada dudukannya, ia mengenai girder yang telah terpasang dan menyebabkan tali crane putus dan girder ketiga menyentuh girder lain yang sudah terpasang dan berakibat keempat girder jatuh secara bersamaan,” demikian keterangan Kemen PUPR, Minggu (29/10/2017).
Berdasarkan data kepolisian, akibat ambruknya konstruksi Tol Pasuruan-Probolinggo 1 orang tewas dan 1 orang mengalami luka berat.
Untuk diketahui, Jalan tol Pasuruan-Probolinggo sepanjang 31,3 km merupakan bagian dari jalan tol Trans Jawa. Pemegang hak konsesi ruas tol ini adalah PT Trans Jawa Paspro Jalan Tol selaku badan usaha jalan tol (BUJT) yang kepemilikannya 100 persen oleh PT Waskita Toll Road. Bertindak selaku Kontraktor adalah PT. Waskita Karya, konsultan supervisi adalah PT. Virama Karya dan Konsultan PMI PT Monoheksa.
(Ulung Tranggana)