PARIS – Sebuah awan radioaktif yang mencemari Eropa dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan adanya kecelakaan yang terjadi di salah satu fasilitas nuklir di Rusia atau Kazakhstan pada pekan terakhir September. Dugaan itu disampaikan oleh institut keamanan nuklir Prancis, IRSN pada Kamis.
Diwartakan Reuters, IRSN mengesampingkan kemungkinan kecelakaan itu terjadi di sebuah reaktor nuklir dan mengatakan, kemungkinan insiden itu terjadi di lokasi pengolahan bahan bakar nuklir atau pusat untuk obat radioaktif. Sejauh ini, IRSN melaporkan tidak ada efek radioaktif yang terlihat pada kesehatan warga Eropa.
BACA JUGA: Wow! Rusia Kembangkan Satelit Nuklir yang Mampu Menembakkan Laser
IRSN yang merupakan badan teknis dari regulator nuklir Prancis ASN, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya tidak dapat menentukan lokasi pelepasan bahan radioaktif tersebut. Namun, berdasarkan pola cuaca, zona yang paling masuk akal berada di selatan pegunungan Ural, antara Ural dan Sungai Volga. Lokasi itu kemungkinan berada di wilayah Rusia atau Kazakhstan.
"Pihak berwenang Rusia mengatakan bahwa mereka tidak mengetahui adanya kecelakaan di wilayah mereka," kata Direktur IRSN, Jean-Marc Peres sebagaimana dikutip Reuters, Jumat (10/11/2017). IRSN belum melakukan kontak dengan pihak berwenang Kazakhstan.
Peres mengatakan, dalam beberapa pekan terakhir, IRSN dan beberapa lembaga keselamatan nuklir lainnya di Eropa telah mengukur kadar rutenium 106 yang tinggi. Rutenium 106 adalah nuklida radioaktif yang merupakan produk dari pemisahan atom dalam reaktor nuklir dan yang tidak terjadi secara alami.
BACA JUGA: Putin Ngaku Sudah Tahu Bom Nuklir Korut sejak 2001