Saat ini, kata dia, pihaknya bersama pengurus daerah partai lainnya memberikan dua opini yang wajib dilakukan partai untuk keluar dari masalah saat ini. Pertama, seluruh pengurus daerah akan melakukan musyawarah untuk membahas pemimpin baru secara definitif. Kedua, segera dilaksanakannya Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) untuk membahas pemilihan pemimpin baru dalam waktu dekat ini.
Menurutnya, langkah ini harus segera direalisasikan, mengingat saat ini sudah tak ada waktu lagi berbenah. Karena, kedepan banyak agenda politik lain yang tengah menanti. "Kalau dua langkah ini tak segera dilaksanakan sesegera mungkin, Golkar akan kiamat. Kita tidak akan menunggu Munaslub berlama-berlama," tegas dia.
Dalam rangka penyelamatan Partai Golkar, Dedi menjelaskan, pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan para Ketua DPD Golkar se Indonesia terutama di Jawa. Pihaknya di daerah mendesak partainya segera memutuskan jadwal pelaksanaan Munaslub paling lama sampai tanggal 30 November mendatang.
"Kalau sudah 2/3 dari DPD I yang setuju, tak ada alasan lagi Munaslub untuk memilih pemimpin baru di lama-lama. Itu sudah mau tak mau harus dilaksanakan Munaslub," kata dia menambahkan.