Sementara Steven, korban penyekapan mengatakan, dirinya tidak merasakan adanya tanda-tanda kawanan perampok itu masuk ke dalam rumah mertuanya. Tapi, terdengar suara pintu yang seolah-olah didobrak. Saat mencari sumber suara tersebut, salah satu dari dua anggota perampok langsung menodongkan senjata api ke arah kepalanya.
"Ada dua orang, satu paket jaket merah, satu pakai jaket hitam dan keduanya menggunakan helm," jelas Steven.
Ponsel, laptop dan satu berankas yang berisi perhiasan dan uang yang diperkirakan senilai ratusan juta berhasil di gasak kawanan rampok tersebut. "Dan kami sudah melaporkan kejadian ini ke kepolisian terdekat," pungkasnya.
(Baca Juga: Kantor BPJS Disatroni Garong)
(Arief Setyadi )