AS Akui Yerusalem Ibu Kota Israel, Menag: Beresiko Konflik di Seluruh Dunia

Chyntia Sami Bhayangkara, Jurnalis
Sabtu 09 Desember 2017 13:57 WIB
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Foto Okezone/Chyntia Sami
Share :

TANGERANG – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menilai kebijakan Amerika Serikat yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel bisa menimbulkan konflik di seluruh dunia.

Menteri Lukman menegaskan bahwa kebijakan yang dikeluarkan Presiden AS Donald Trump itu, bisa melukai hati umat Islam serta semua orang yang mendambakan perdamaian.

"(Kebijakan) itu akan menimbulkan konflik yang semakin meluas. Seluruh dunia akan bereaksi terhadap kebijakan yang banyak dikecam itu," ujar Lukman di Tangerang, Sabtu (9/12/2017).

Baca Juga: Trump Akan Jalani Pemeriksaan Medis karena Alami Gejala Kelu Lidah

Presiden Joko Widodo sebelumnya secara eksplisit juga mengecam keras kebijakan tersebut dan berharap Amerika Serikat dapat menganulir atau membatalkan kebijakan yang tidak tetap itu.

Rencananya Jokowi juga akan menghadiri konferensi negara yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI).

(Presiden Joko Widodo kecam AS akui Yerusalem Ibu Kota Israel. Foto Antara)

Konferensi tersebut akan digelar pada Rabu, 13 Desember 2017 di Istanbul, Turki. Nantinya, Jokowi akan datang dan memprakarsai bersama negara lain terkait kebijakan tersebut.

Baca Juga: Amerika Serikat Langgar Resolusi PBB Akui Yerusalem Ibu Kota Israel

"Indonesia tetap konsisten, bagaimanapun juga beliau (Jokowi) sebagai Presiden dan seluruh rakyat Indonesia berada di belakang rakyat Palestina dalam mencapai kemerdekaannya," tutur Lukman.

Menteri Lukman juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia agar ikut mendoakan kota suci Yerusalem dan warga Palestina.

(Foto Reuters)

Kota Yerusalem merupakan salah satu kota tertua di dunia. Kota itu dianggap suci oleh 3 umat beragama, yakni Islam, Kristen dan Yahudi.

"Saya mengimbau agar (masyarakat) kita ikut doa qunut nadzillah. Alhamdulillah, saat salat Jumat kemarin hampir sebagian besar mesjid kita menyelenggarakan doa qunut nazilah," ujar Lukman di Tangerang, Sabtu (9/12/2017).

(Foto Reuters)

Lukman menjelaskan, doa qunut nazilah merupakan salah satu doa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad. Doa tersebut memiliki keutamaan untuk dibaca saat sedang menghadapi sebuah peristiwa yang tidak dikehendaki dan meminta pertolongan kepada Allah agar dimudahkan.

Baca Juga: Massa yang Demo soal Yerussalem Gelar Salat Ashar Berjamaah

Karena keutamaannya itu, Lukman mengajak seluruh masyarakat untuk terus membaca doa qunut nazilah bagi Palestina dan berdoa agar kebijakan yang dikhawatirkan akan menimbulkan konflik di seluruh dunia tersebut dapat dibatalkan.

"Katakanlah semacam musibah atau peristiwa yang karenanya kita perlu mendoakan secara khusus. Mudah-mudahan kebijakan yang disesalkan banyak pihak ini bisa dianulir oleh Amerika Serikat agar kedamaian tetap bisa terjaga dan terpelihara bukan malah sebaliknya," tuturnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya