BACA JUGA: Dunia Kompak Kecam Serangan Bom di Gereja Mesir
Dilansir dari Xinhua, Kamis (21/12/2017), Mesir telah mengalami serangan keamanan sejak penggulingan pimpinan militer Mohamed Morsi pada 2013. Provinsi Sinai Utara adalah benteng utama kelompok teroris di Mesir yang berafiliasi dengan ISIS. Kelompok tersbeut mengklaim memiliki kemampuan untuk membunuh ratusan polisi dan tentara.
Sekadar diketahu, pada November, sebuah bom diledakkan di Masjid Al Rawdah, di Bir al Abed, sebelah barat Kota Arish, Sinai, Mesir. Korban tewas dalam serangan militan tersebut sebanyak 300 orang lebih yang beberapa di antaranya adalah anak-anak. ISIS diketahui menjadi dalang pengeboman masjid tersebut.
Pada 9 April, ledakan bom mengguncang dua gereja Kristen Koptik dan menewaskan puluhan orang. Insiden itu terjadi hanya sepekan sebelum Hari Paskah bagi penganut Kristen Koptik dan pada bulan yang sama dengan rencana kunjungan Paus Fransiskus ke Mesir. Lagi-lagi kelompok militan berada di balik serangan ini. Kaum minoritas Kristen Koptik telah menjadi sasaran kelompok militan selama bertahun-tahun.
(pai)
(Rifa Nadia Nurfuadah)