(Baca juga: Mabes TNI Menindaklanjuti Keterangan Dirjen Hubla Terkait Dana Operasional Paspampres)
Adapun, uang total sebesar Rp2,3 miliar dalam kartu ATM yang diduga sebagai pemberian suap tersebut diberikan secara bertahap. ATM tersebut diisikan uang senilai Rp300 Juta hingga mencapai total Rp2,3 miliar dalam delapan kali transfer.
Diduga, uang tersebut sengaja diberikan Adiputra kepada Tonny Budiono sebagai tanda terima kasih atas pemulusan pemenengan tender proyek pengerjaan pengerukan di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah yang digarap oleh PT Adhiguna Keruktama.
Adiputra membeberkan bahwa dirinya sengaja membuat ATM atas nama Joko Prabowo sebanyak tiga sampai empat buah. Sebab, kata Adiputra, banyak Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang akan diberikan uang dalam bentuk ATM.
"Untuk ATM Joko Prabowo sengaja saya buat banyak, pertama 3-4 kartu, dengan harapan orang di lapangan saya banyak ketemu LSM atau orang mana, dengan harapan dikembalikan lagi ke saya, tapi kebanyakan tidak kembalikan," terang Adiputra.
(Baca juga: Dirjen Hubla Nonaktif Akui Terima Uang Rp2,3 Miliar dari Komisaris PT Adhiguna Keruktama)