Image

Hakim Tipikor Tentukan Nasib Eks Dirjen Hubla Kemenhub Hari Ini

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 17 Mei 2018 09:35 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 17 337 1899291 hakim-tipikor-tentukan-nasib-eks-dirjen-hubla-kemenhub-hari-ini-BLM3sM90DS.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta mengagendakan sidang perkara dugaan korupsi untuk terdakwa mantan Dirjen Hubla Kemenhub, Antonius Tonny Budiono, pada hari ini, Kamis (17/5/2016).

Pada sidang kali ini, Hakim Pengadilan Tipikor akan menjatuhkan hukuman atau vonis penjara yang setimpal untuk perbuatan Antonius Tonny. Antonius Tonny sendiri didakwa telah melakukan perbuatan korupsi di lingkungan Kementerian Perhubungan.

‎Dia didakwa telah menerima uang suap sebesar Rp2,3 miliar. Uang suap tersebut diberikan oleh Komisaris PT Adhiguna Keruktama, Adi Putra Kurniawan.

Suap itu diduga untuk memuluskan sejumlah proyek dibawah perizinan Kemenhub. Sejumlah proyek tersebut yakni, terkait pengerjaan pengerukan alur Pelabuhan Pulau Pisau, Kalimantan Tengan, tahun 2016, dan pengerjaan pengerukan alur pelayaran Pelabuhan Samarinda, Kalimantan Timur.

Uang Rp2,3 milar diberikan karena Tonny ‎telah menyetujui penerbitan Surat Izin Kerja Keruk (SIKK) untuk PT Indominco Mandiri, PT Indonesia Power Unit Jasa Pembangkitan (UJP) PLTU Banten. Kemudian, Kantor Kesyahbandaran danOtoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjung Emas Semarang, yang pengerukannya dikerjakan oleh PT Adhiguna Keruktama.

Tak hanya itu, Tonny juga didakwa oleh Jaksa KPK sebagai pihak yang menerima gratifikasi dalam bentuk berbagai mata uang asing dan barang-barang berharga lainnya. Gratifikasi itu diberikan dari sejumlah kontraktor rekanan Kemenhub.

Tonny diduga melanggar‎ Pasal ‎12 huruf b dan Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.‎

‎Atas perbuatannya, tim Jaksa pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melayangkan tuntutan kepada Antonius Tonny Budiono dengan pidana selama tujuh tahun penjara.‎ Selain itu, Jaksa juga menuntut Tonny Budiono untuk membayar denda sebesar Rp300 Juta subsider empat bulan kurungan.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini