SETIAP malam Natal, komando pertahanan udara Amerika Serikat (AS) dan Kanada, punya tugas penting selain memantau ruang udara kedua negara dari ancaman serangan nuklir.
Para relawan dari sebuah pangkalan Angkatan Udara di Colorado melayani telepon dari anak-anak yang bersemangat ingin tahu keberadaan Sinterklas di malam Natal, Minggu, 24 Desember,
Bahkan Presiden Donald Trump dan Ibu Negara Melania Trump juga turut membantu menjawab panggilan telepon program Lacak Sinterklas oleh NORAD atau Komando Pertahanan Ruang Angkasa Amerika Utara, dari kediaman mereka di Florida, kantor berita Associated Press melaporkan.
Program yang sudah berjalan selama 62 tahun oleh militer AS dan Kanada, dimulai ketika koran Colorado Springs pada 1955 memasang iklan untuk menelepon Sinterklas. Namun koran tersebut tidak sengaja malah mencantumkan nomor hotline Komando Pertahanan Udara Antar Benua atau CONAD, yang bertugas memantau kemungkinan serangan nuklir dari Uni Soviet
Anak-anak mulai menelepon dan staf CONAD pun dengan senang hati melayani mereka. Program ini sekarang diteruskan oleh pengganti CONAD, yaitu North American Aerospace Defense Command (NORAD) atau komando Amerika-Kanada yang memonitor ruang udara antara kedua negara.