YERUSALEM – Kepala Gereja Ortodoks Yunani untuk Yerusalem, Theofilus III, mendapat perlakuan tidak menyenangkan saat perayaan Hari Natal. Mobil yang ditumpanginya diserang oleh pengunjuk rasa di Tepi Barat karena Gereja Ortodoks Yunani dianggap mendukung keputusan penjualan tanah ke kelompok Yahudi.
BACA JUGA: Rayakan Natal, Warga Gaza Berdoa untuk Masa Depan Palestina
Gereja Ortodoks Yunani diketahui menjadi salah satu pemilik tanah paling besar di Tanah Suci Yerusalem. Organisasi tersebut dalam beberapa tahun terakhir memicu kontroversi bagi Israel dan Palestina karena berupaya menjual aset-aset utamanya kepada investor swasta.
Ratusan umat Kristen Palestina memblokir iring-iringan kendaran Patriark Theofilus III yang hendak menghadiri misa Natal di Betlehem pada Minggu 7 Januari. Para pengunjuk rasa melempar batu, botol, dan meneriakkan kata pengkhianat kepada Theofilus III. Beruntung, aparat keamanan Palestina berhasil menghalau mereka.
“Apa yang terjadi hari ini adalah pesan kepada Otoritas Palestina dan Yordania bahwa kami tidak akan mengizinkan pengkhianat ini tetap tinggal di Gereja,” tukas pengunjuk rasa bernama Elyeef Sayegh, melansir dari Middle East Monitor, Senin (8/1/2018).