BACA JUGA: Wah! Bela Masjid Al Aqsa, Muslim dan Kristen Palestina Kompak Berunjuk Rasa
Media-media Israel melaporkan kesepakatan kontroversial terjalin antara Gereja Ortodoks Yunani dengan investor swasta terkait penjualan properti di Yerusalem Barat dan Timur serta di Caesarea dan Jaffa. Beberapa calon pembeli berasal dari latar belakang Yahudi dan Israel.
Pejabat Gereja Ortodoks menerangkan, properti tersebut terpaksa dijual guna membayar utang yang menggunung dalam beberapa tahun terakhir. Mereka mengaku tanah tersebut selama ini disewakan untuk kontrak jangka panjang.
BACA JUGA: Cerita Umat Kristiani Palestina Protes Pengakuan Yerusalem Ibu Kota Israel
Sejumlah legislator Israel berupaya menghentikan kesepakatan karena dinilai dapat menaikkan harga jual properti hingga beberapa kali lipat. Sementara itu, Palestina menentang penjualan tanah kepada kelompok Yahudi dan Israel dan menilai tindakan itu sebagai pengkhianatan.
(Wikanto Arungbudoyo)