“Kedua Menlu juga membahas mengenai arsitektur kawasan Indo-Pasifik yang adil, terbuka, dan transparan bagi terciptanya kawasan damai, stabil, dan sejahtera. Menlu Tillerson sepakat bahwa arsitektur kawasan Indo-Pasifik itu bagus dan akan dibahas lebih lanjut,” tukas Arrmanatha.
BACA JUGA: Indonesia Prihatin Dana Bantuan Palestina Dipotong AS
Menlu Retno juga menyampaikan keprihatinan terhadap rencana pemotongan dana bantuan AS terhadap Badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA). Diplomat kelahiran Semarang itu mengingatkan agar langkah Washington tidak berdampak negatif kepada program pendidikan dan perumahan bagi pengungsi Palestina di luar negeri yang dibiyai dari dana bantuan tersebut.
(Rufki Ade Vinanda)