Keluh Kesah Nelayan Aceh, Pendapatan Ratusan Ribu Turun Jadi Rp20 Ribu/Hari

Antara, Jurnalis
Senin 15 Januari 2018 07:10 WIB
Foto: Antara
Share :

ACEH UTARA - Pendapatan nelayan tradisional di Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, anjlok hinggga 150 persen sejak sebulan terakhir, karena hasil tanggapan mereka menurun, akibat peralihan musim.

Seorang nelayan Desa Bantayan, Kecamatan Seunuddon, Aswadi Jalil ditemui seusai pulang melaut menyebutkan, menurunnya tangkapan udang dan ikan segar disebabkan peralihan musim atau pancaroba.

Disebutkan, jika cuaca bagus atau hari biasanya para nelayan bisa mendapatkan penghasilan antara Rp100 ribu hingga Rp300 ribu, tapi sekarang hanya Rp20 ribu. Dia memperkirakan, tangkapan nelayan akan normal kembali pada pertengahan Mei 2018.

"Sejak sebulan terakhir ini tangkapan kami tidak maksimal, kadang-kadang untuk biaya operasional saja tidak cukup, sehingga untuk bahan bakar terpaksa hutang dulu," kata Aswadi Jalil.

Tidak sedikit nelayan tradisional daerah itu, kata Aswadi, akhir-akhir ini memilih tidak melaut, karena biaya pengeluaran tidak sebanding dengan hasil tangkapan mereka, yang menyebabkan pihaknya merugi.

Misalnya saja untuk tangkapan hari ini, sebut Aswadi lagi, dia bersama seorang temannya Amir Nurdin hanya mendapatkan Rp20 ribu, setelah udang tangkapan mereka dijual.

"Biarpun hasil tangkapan sedikit untuk hari ini, kami tetap melaut agar dapur rumah berasap dan uang jajan anak untuk sekolah terpenuhi, siapa tahu besoknya dapat rezeki banyak," sebut Aswadi.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya