Ia menuturkan, kapal nahas tersebut sudah masuk ke wilayah laut negara lain. Pihaknya juga telah melapor ke Basarnas Pusat, Menteri Kelautan dan Perikanan, serta Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL).
Dia melanjutkan, saat ini dibutuhkan peningkatan upaya pencarian, mengingat belum ada informasi penangkapan atau pengamanan kapal asal Indonesia dari negara-negara terdekat.
"Mudah-mudahan ABK masih selamat. Kalau diperkirakan ini ditangkap (oleh negara luar) atau ditarik ke pinggir. Kalau itu karena post mayor, itu biasanya diberitahukan ke kedutaan bahwa ada awak nelayan terdampar. Kan ini belum ada juga," pungkasnya.
(Hantoro)