(Baca juga: Dari Mana Sumber Api yang Membakar Museum Bahari?)
Tinia Budiati mengatakan, pihaknya tak bisa menghitung jumlah kerugian dari kebakaran Museum Bahari, karena barang-barang yang ada di dalam gedung cagar budaya itu tak bisa dinilai harganya.
"Wah enggak bisa itu. nilai yang tak terhingga apalagi bangunan dengan usia 300 tahun lebih, itu kan (dibangun) 1771 sampai 1773. Itu yang sulit kita kembalikan nilainya," kata Tinia.
Menurutnya, bangunan itu menggunakan material yang sudah berumur ratusan tahun. Sehingga, apabila nanti diganti dengan replika, kondisinya tak akan seperti keadaan yang semula.
"Kayu kalau kita bisa dapat kayu sama besarnya, tapi kayu 300 tahun lalu gimana. Sekarang tidak banyak, terus nilai sejarah di dalam bangunan tersebut juga tak bisa dikembalikan," imbuhnya. (sal)
(Amril Amarullah (Okezone))