Presiden Duterte Akan Larang Warga Filipina Bekerja di Kuwait

Putri Ainur Islam, Jurnalis
Jum'at 19 Januari 2018 17:18 WIB
Presiden Filipina Rodrigo Duterte. (Foto: Reuters)
Share :

MANILA - Presiden Filipina Rodrigo Duterte tengah mempertimbangkan agar tidak mengirim pekerja asal negaranya ke Kuwait. Hal itu ia lakukan karena banyak warga Filipina di Kuwait yang dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga tidak mendapatkan keadilan dan menyebabkan beberapa orang mengakhiri hidupnya.

Duterte mengatakan bahwa dia mengetahui banyak kasus pelecehan seksual yang dialami oleh wanita Filipina di Kuwait. Mantan Wali Kota Davao tersebut telah mendiskusikan masalah ini dengan Menteri Luar Negeri Filipina dan ingin meneruskannya ke Pemerintah Kuwait.

BACA JUGA: Duterte: Keluarga Mantan Diktator Filipina Berniat Serahkan Hartanya ke Pemerintah

"Saran saya adalah kita berbicara dengan mereka, nyatakan kebenaran dan katakan saja kepada mereka bahwa hal itu tidak dapat diterima lagi," kata Duterte di tengah peluncuran bank baru yang melayani orang-orang Filipina di luar negeri, dinukil Reuters, Jumat (19/1/2018).

"Entah kita akan memberlakukan larangan total (bekerja di Kuwait) atau kita memiliki suatu perubahan," tambahnya.

BACA JUGA: Nah Lho! Warga Filipina Anggap Perang Narkoba Duterte Hanya Tewaskan Pengedar Miskin

Berdasarkan perkiraan Kementerian Luar Negeri Filipina, ada lebih dari 250 ribu warga Filipina berada di Kuwait, kebanyakan dari mereka bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Selain Kuwait, sebagian besar orang Filipina bekerja di Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Qatar. Sebanyak 8 juta orang Filipina tinggal di luar negeri, 2,3 juta di antaranya memutuskan pergi ke luar negeri untuk bekerja.

Secara kolektif mereka memberikan devisa lebih dari USD2 miliar atau sekira Rp26 triliun pendapatan mereka ke Filipina setiap bulan. Banyaknya dana memicu pengeluaran yang besar-besaran di salah satu negara dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

"Saya tidak ingin memiliki masalah dengan Kuwait. Saya menghormati pemimpin mereka, tapi mereka harus melakukan sesuatu terhadap permasalahan ini karena banyak wanita yang bunuh diri. Mereka mengklaim telah menjadi korban pelecehan seksual dan sebagainya. Mereka hanya berusaha bertahan," tukas Duterte.

(pai)

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya