MANILA – Keturunan mantan diktator Filipina, Ferdinand Marcos, diklaim memberikan tawaran untuk menyerahkan sebagian hartanya ke pemerintah. Klaim tersebut disampaikan oleh Presiden Filipina, Rodrigo Duterte.
Sekadar informasi, pria yang bernama lengkap Ferdinand Emmanuel Edralin Marcos itu menjabat sebagai Presiden Filipina dari 1965 hingga 1986. Kepemimpinannya sebagai diktator menyeruak ketika ditetapkannya status darurat militer di Filipina pada 1972 sampai 1981.
Kepemimpinan Marcos berakhir ketika pecahnya revolusi Filipina pada 1986. Revolusi tanpa kekerasan ini pun memicu kembalinya demokrasi ke Filipina dan membuat keluarga Marcos diasingkan ke Amerika Serikat.
BACA JUGA: Rencana Pemakaman Diktator Filipina Menuai Kritik
BACA JUGA: Mumi Ferdinand Marcos Dipajang Keluarga, Sebelum Pindah ke TMP Manila