Terorisme di Mesir tidak hanya menargetkan personel keamanan dan penganut Kristen Koptik, karena sebuah serangan teroris pernah menargetkan sebuah masjid di kota Sinai Utara dan mewaskan 310 Muslim dan melukai lebih dari 120 lainnya, menandai serangan teror paling mematikan dan yang pertama menyerang Muslim dalam sejarah modern Mesir.
Pada akhir November 2017, Presiden Abdel Fattah al-Sisi memerintahkan kepala staf tentara untuk mengembalikan keamanan dan stabilitas di bagian bergejolak di Semenanjung Sinai dalam waktu tiga bulan. Pasukan keamanan Mesir sejauh ini telah membunuh ratusan teroris dan menangkap ribuan tersangka selama perang antiteror di negara yang terkenal akan Sungai Nil tersebut.
(pai)
(Rifa Nadia Nurfuadah)