TANGERANG - Gempa cukup dahsyat berkekuatan 6,1 SR di Banten pada Selasa, 23 Januari sekira pukul 13.34 WIB merenggut nyawa salah seorang warga Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak.
Kepala Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Lebak, Aan mengatakan, korban diketahui bernama Nana (40) warga Kampung Cikaung, Desa Swarna Barat, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak.
"Dari data yang dihimpun sementara, ada satu warga yang meninggal karena tidak sempat menyelamatkan diri. Korban saat ini sudah dievakuasi dan dikebumikan," ujar Aan saat dihubungi Okezone, Rabu (24/1/2018).
(Baca: Puluhan Rumah di Lebak Rusak Parah Akibat Gempa)
Tak hanya merenggut nyawa, gempa yang terpusat di barat daya Lebak dengan kedalaman 61 kilometer tersebut juga menyebabkan dua warga lainnya mengalami luka-luka. Kedua warga tersebut yakni Ade (29) warga Kampung Bayah, Desa Bayah Barat, Kabupaten Lebak dan Ulum (62) warga Desa Pasir Bungur, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak.
"Untuk korban Ade mengalami luka bakar akibat tersengat listrik saat berusaha menyelamatkan diri, kalau Ulum mengalami patah tulang tertimpa reruntuhan. Keduanya sudah mendapatkan pengobatan dari tim medis," ungkapnya.
Aan mengaku, hingga kini pihaknya terus melakukan penyisiran di sejumlah wilayah untuk mendata total kerugian dan korban jiwa akibat bencana gempa bumi tersebut.
(Baca Juga: Imbas Gempa Banten, Pengunjung Mal di Pluit Jakut Berhamburan Keluar)
Sebagaimana diketahui, gempa bumi yang terpusat di barat daya Lebak terjadi pada pukul 13.34 WIB. Akibatnya, getaran dari gempa tersebut juga dirasakan cukup kuat hingga ke wilayah Jabodetabek bahkan sejumlah kota di Provinsi Jawa Tengah. Meski cukup dahsyat, Badan Meteorologi dan Geofisika memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. (muf)
(Amril Amarullah (Okezone))